Senin, 28 Oktober 2019

Go to BITEC Thai 2

Usai makan malam dengan bekal mi instan dan nasi, kami tidur dengan lelapnya. Lelah tentu menempuh 3 jam perjalanan dari Indonesia. Saya bangun pertama kali karena saya nyalakan alarm kemudian dengan tubuh yang masih belum fit bersiap bersama teman-teman. Jadwal pagi ini di Bangkok ITeC. Jaraknya 40 menit perjalanan menggunakan taksi. Kalau memakai MRT-BTS bisa 90 menit. Soal biaya? Saya coba rinci ya.

Taksi: tol 105 baht, argo 485 baht, total 590 baht.
MRT 27 baht, BTS 59 baht, total 186 baht.

Kalau pergi 1-2 orang May sarankan naik BTS ya, tapi group mending grabtaksi.

Oiya, kalau naik MRT-BTS, perhatikan barisannya deh, beda banget sama di stasiun KRL kita. Mereka sepadat apapun tertib barisnya. Ada lagi yang menarik. Orang Thailand di MRT-BTS ini ngobrolnya nyaris berbisik.

Sampai di BITeC, Bangkok International Trade and Technology Centre, kami langsung menuju Hall acara. Oiya, kalau cari Lawson sekadar untuk cari cemilan, ada di kiri pintu masuk kok. Pastikan halal yaaaa. Di lantai bawah juga ada semacam foodcourt sih. Ada pedagang muslim juga. Kalaupun nggak muslim, mereka cukup informatif kok ngasih tahu bahannya.

Kinan dapat semacam kebab beef 60 baht, saya sendiri nyobain yang tuna 50 baht. Isinya? Ngenyangin beud. Sayurnya juga banyak alhamdulillah. Rotinya agak tebal.

Kue ape juga ada dan daging kelapa mudanya, nyam nyam. Salad telur puyuh-kol juga ada dengan berbagai saos.

Di tempat seminar, kegiatannya nggak jauh berbeda dengan seminar di Jakarta kok. Pamerannya juga. Bedanya bahasa yang dipakai dan skala internasional. Sampai-sampai nenek-nenek praktisi pendidikan antusias dateng. She said that beliau pertama kali dateng ke seminar ini. Katanya bisa bertahan 10 tahun berarti nih acara bagus, bermanfaat, makanya beliau penasaran dan ngetrip ke Bangkok demi acara ini.

Pas pulang, kami takjub. Matahari bersinar terang tapi hujan lebat dengan petir menggelegar. Masya Allah. Di Jakarta, eh, Indonesia kalau hujan mesti mendung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar