Rabu, 11 November 2009

Akhwat, Walimah, dan Gosip

“Wih, si ini begini”

“si itu begitu”

“terus, kalo si ono?”tanya sya nyeletuk. Teman-teman tergelak mendengarnya. Yap, kami sedang simulasi, mencontohkan bagaimana bahwa akhwat pun bisa menggosip. Gosip? Akhwat? Yap, yap, yap. Meskipun itu adalah sebuah acara pernikahan. Apa yang jadi pembicaraan umumnya?

Satu, pakaian si akhwat
Dua, dandanan si akhwat
Tiga, acara nikahan itu
Empat, pertanyaan tentang proses nikah (bikin heboh biasanya. “eh, masa sih?” atau “iya, iya...ooooh, gitu”)
Lima, (ini nih) pendekatan akhwat ke orangtua (da’wah ke ortu)

Yuk, bahas kenapa bisa begitu. Telusuri aja tulisan sya yang (lagi-lagi) nyeleneh ini.
Sering, kita-kita yang perempuan ini suka nyeletuk tentang ini. Ada yang kecewa dengan penampilan yang nggak syar’i, ada yang kecewa dengan prosesnya. Hayo jujur, merasa nggak pernah terbesit dengan kekecewaan? Hal tersebut kadang identik dengan kinerja da’wah pasangan tersebut. Haiyah. Gubraks! Lantas, sekarang, yang jadi pertanyaan sya dalam diri...

Satu, jadi sejak kapan hal-hal pernikahan harus dibicarakan sama orangtua?
Dua, nanti, kalo misalnya nggak syar’i-syar’i banget, bakal diomongin nggak ya?

Kalo jawaban untuk nomer satu, alhamdulillah, dapet jawaban dari guru ngaji. Beliau berkata (jah, bahasanya), “pembicaraan tentang nikah nggak harus disiapkan ketika kita sudah khitbah (lamaran), dek. Tapi, sejak jauh hari sebelum kita merasa siap untuk nikah. Insya Allah, pengondisian sejak lama, akan memudahkan kita, malahan kita akan segera dapet resep-resep dari orangtua tentang kehidupan rumahtangga. Inget lho dek, rumahtangga nggak selalu manis,”

Lupa gimana kalimatnya, tapi intinya begitu. Hmm, hmm, hmm. Oke. Makasih mbakku atas jawabanmu saat itu.

Jawaban kedua, weleh-weleh. Nggak bisa sya jawab sendiri, tapi harus jadi azam buat diri sya, supaya nggak menyebut-nyebut kekecewaan sya, biar nantinya sya nggak alami hal itu. Lagipula, buat apa sya bicarain make-up sang manten, pakaian sang manten, juga acara sang manten kalo bukan untuk mengungkap takjub dan kagum. Semoga aja untuk yang lain juga sama. Amin...

Nah, itu sekelumit uneg-uneg sya. Tolong ingatkan kalau khilaf ya, kalo sya menyimpang, dibelokin lagi jalannya, jangan dilurusin. Karena kalau menyimpang terus dilurusin, sya akan terus ada di persimpangan itu (hehe, peace..)

3 komentar:

  1. fastabikqul khairat
    jadilah pria idaman muslimah________

    our greeting mahasiwa STEI Husnayain

    BalasHapus
  2. eh? maaf? saya perempuan :)

    BalasHapus
  3. nice blog... :))

    BalasHapus