Senin, 13 September 2010

Apa yang akan Saya Lakukan Bila Jatuh Cinta?

Apa yang akan saya lakukan bila jatuh cinta?

Sebuah kalimat tanya yang menghentak batin saya. Kenapa harus berbentuk kata kerja? Dan saya segera ingat akan sebuah buku: jalan cinta para pejuang
bahwa cinta adalah kata kerja. Dan yang saya lakukan bila merasa jatuh cinta adalah membangun cinta itu.

Eh? May ngomong apa sih? Baru denger istilah 'bangun cinta'.

Ya, saya juga sempat terkejut dengan  istilah itu. Tapi, bila ditelusuri, maka istilah itu jauh lebih indah dibanding istilah jatuh cinta.

Bangun Cinta
Bangun cinta adalah istilah tentang kata kerja untuk cinta. Lho, katanya cinta sendiri kata kerja, May? Jadi, bisa dimisalkan sebagai kata kerja untuk kata kerja. Gimana? maksa ya? Ya udah nggak apa-apa, nyenengin May sedikit kan berpahala.
^.^v

So, my friends. Istilah bangun cinta sendiri adalah upaya untuk menumbuhkan cinta menjadi bentuk yang diinginkan. Sudah banyak artikel yang menjelaskan upaya membentuk cinta, malah sampai mempertahankan cinta itu sendiri. Nah, hal itu tidak akan saya bahas.

Trus, kapan waktu yang pas untuk bangun cinta? Pastinya bukan saat si cinta tidur dunk, hehe. Maaf, maaf. Kali ini catatan saya banyak bercandanya. Habis, grogi juga menulis hal kayak gini. Yuk, ah, balik ke topik. Kapan waktu yang tepat untuk bangun cinta.

Karena saya perempuan, saya pribadi menyarankan pada kaum perempuan (ih, gender banget sih May?) untuk membangun cinta setelah percaya pada seseorang. Dalam konteks pasangan, tentunya nurani kita akan lebih tahu kapan waktunya. Kalau saya, setelah akad. Itu saat saya akan mulai membangun cinta.

Lho, kok? Terus sebelum nikah gimana?

Buat saya, perasaan perempuan sebelum nikah, saat ia memutuskan untuk menjalani proses dengan seorang lelaki, yang ada dalam dirinya adalah kecenderungan hati. Ya. Kecenderungan hati karena sikap. Salah seorang teman saya mengatakan bahwa perempuan itu tertarik terhadap lelaki yang baik. Saya coba garisbawahi kata itu: tertarik. Bukankah kata tertarik itu lebih karena kecenderungan hati?

Ah, bisa aja cinta, May.

Cinta? Kalau sepengalaman saya dari teman-teman saya, cinta itu adalah penjagaan, pengorbanan, pengistimewaan. Penjagaan akan keseluruhan diri orang yang kita cintai. Pengorbanan demi orang yang kita cinta. Pengistimewaan orang yang kita cinta dalam hidup kita. Kalau belum halal, masa iya mau melakukan itu semua? Idih, siapa dia? Hehehe.

shinjite. la la la la la la
shinjite. la la la la la la

*my will

2 komentar:

  1. pernah baca buku cinta terkoyak di jalur gazha..

    BalasHapus