Rabu, 21 Desember 2011

dia dia dia

ini hari ketiga. Menurut riwayat, Khadijah ra. berkabung selama tiga hari. Dan saya akan berusaha mencukupkan untuk mengikuti beliau: berkabung hanya 3 hari.

Yeah, berita itu mendadak. Saya yang kurang peka dengan firasat hanya bisa menangis. Pagi itu, Senin 19 Desember 2011, seorang teman di seberang pulau berkirim pesan singkat: nisa meninggal? Segera saya marahi orang itu karena saya mengira ia tidak serius. Tapi sungguh, tepat saat itu saya juga takut bila itu benar adanya. Saya tahu teman-teman saya adalah orang yang memiliki adab dalam bercanda dan pergaulan. Akhirnya saya memastikan pada teman saya yang satu pulau dengan Nisa. Dan benar, saya harus mengucap: innalillahi wa innalillahi raji'uun. Mengingat saat itu saya akan kuliah, saya coba tutupi sedih itu dengan tidak menangis. Mama dan Bapak memberi pesan pada saya agar kuliah dengan benar. Sebuah pesan yang saya maknai sebagai doa dan harapan. Sayapun melangkahkan kaki menuju pintu.

Tepat di pintu rumah, telepon genggam saya bergetar. Sebuah nama sahabat tertera di layar.

"Assalamu'alaikum," ucap saya sebiasa mungkin. Kemudian si penelepon menjawab salam dan menciptakan hening.

"May...itu serius?" tanyanya lirih. Ah! Saya yang paham sahabat-sahabat saya kini menyadari bahwa lelaki ini sedang menangis...atau setidaknya menahan tangis. Seketika itu juga tangis saya pecah, bersamaan dengan terduduknya saya di lantai, di pintu rumah. Kami sama menangis dan akhirnya hanya bisa menutup telepon.

Nisa, perempuan berhati berlian. Bening hatinya seolah memancar baik semasa ia ada maupun tiada. Si lembut hati yang juga melembutkan saya kala bertemu amarah. Tabassum--tersenyum--adalah andalannya di depan orang-orang sehingga kami tak pernah tahu ia sedang disakiti atau tidak. Tapi, meski begitu, kami sahabatnya mampu mencerna kondisinya ketika benar-benar senang atau terlihat senang.

Nisa, the inspiring woman for us, khususnya saya yang sangat ekspresif ini. Ingin rasanya tak memperlihatkan diri saya sedang sedih atau tersakiti di depan orang...

Nisa, hanya doa yang dapat kami panjatkan bagimu, sahabat, saudari, orang tersayang..

4 komentar:

  1. turut berduka cita atas meninggalnya dia deh :'(

    BalasHapus
  2. bener gan kita berkabung jangan lama"

    BalasHapus
  3. setuju gan jangan berkabung lama" gan, keep spirit :)

    BalasHapus