Untuk apa menulis?
Sejak SD saya sudah menyukai dunia kepenulisan, meski memulainya dengan fabel. Terinspirasi dari Bugs Bunny dan buku Muhammad Isa Dawud (isinya tentang dunia bawah tanah).
Kembali, untuk apa menulis? Sekadar suka. Suka ketika tulisan saya dibaca teman-teman. Maka, saya tidak bosan membagikan karya saya untuk dibaca teman-teman yang penasaran.
Beranjak remaja, saya semakin sering menulis cerpen, serial, maupun diary. Dikirim ke media massa? Tidak. Jadi konsumsi pribadi dan teman-teman saja. Itulah kenapa saya tidak serius mengikuti lomba-lomba kepenulisan karena membaca-menulis adalah hobi.
Mengenal Rohis, ekstrakurikuler keislaman di SMA, saya menyadari bahwa hobi saya bisa dimanfaatkan untuk mendulang pahala. Sejak itu saya melakukan berbagai riset melalui bacaan dan berita untuk membuat tulisan.
Hingga kini, saya tidak begitu bangga sudah menerbitkan beberapa antologi. Sombong? Bukan. Saya merasa itu bukan pencapaian saya. Itu hanya lembar bagian perjalanan kepenulisan saya. Pencapaian yang saya harapkan adalah orang-orang membaca tulisan saya dan mendapat hikmah darinya. Simple? Yep.
Itu sebelum negara api menyerang. Eh? Yap. Suami saya penggila kompetisi kepenulisan dan sering memamerkan karyanya pada saya. Seolah ingin mengatakan: nggak perlu jadi sarjana sastra biar bikin buku. Bambaaaaang! Saya yang sejak awal menganggap suami saya sebagai rival jadi bersemangat mengikuti kompetisi. Begitulah, saya hanya ingin menang dari suami yang tidak dapat saya kalahkan soal menulis. Tapi saya tidak berhenti. Saya suka menulis. Itu saja.
Jadi, untuk apa menulis versi teman-teman?
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Maret 2020
Minggu, 27 Oktober 2019
Ryusoulger: Nada, Gaisorg, dan Koh
Biasanya tokoh macam ini ngeselin. Di Kyoryuger ada Dogold, di Abaranger ada Jannu. Sekarang di Ryusoulger ada Gaisorg. Tapi di Ryusoulger terasa ngenes banget. Kenapa?
Nada, pemakai baju zirah bernama Gaisorg itu adalah suku Ryusoul yang total banget latihan karena pengen jadi Ryusoul Red. Dia punya kemampuan bertarung yang bagus tapi nggak kepilih juga. Akhirnya dia berkelana dan nemu baju zirah, yang dia baru tahu namanya Gaisorg. Baju zirah ini lama-lama mengendalikan pemakainya biar cuma mikirin bertarung.
Nada ketemu Koh, Ryusoul Red yang percaya sama dia karena mereka teman.
'tapi aku ini Gaisorg'
'tapi Nada tetaplah Nada'
Nada sebenarnya bahagia banget dia akhirnya dapat teman. Tapi, di akhir episode 30 dia malah dikendalikan Gaisorg, nebas Koh. Miris. Ngenes
Di dunia nyata juga ada, kan?
Mau jadi baik malah kecemplung ke lembah hitam. Giliran ada yang terima dia apa adanya malah dia nyakitin orang tersebut, tanpa kehendaknya alias dikendalikan hitamnya. Karena itu, teman yang percaya adalah kekuatan besar seseorang untuk tetap baik.
Ah baper gegara Ryusoulger
Sabtu, 01 Juli 2017
Kinan in her playgroup: my first school
Okeh, Kinan udah lulus playgroup. Tsaaaah lulus. Yap, it means Kinan udah selesai sekolah playgroupnya. Ada yang tanya, habis ini TK dong? Mamanya mantap menjawab: tidak. Kenapa? Kinan mau dimasukkan ke TPA aja. Lho, udah playgroup mahal (bonafid) kok lanjutnya cuma TPA? Turun dong. Aish, abaikan nyinyiran barusan. May mau cerita sedikit tentang Kinan di sekolahnya yang lalu.
Awal masuk sekolah, Kinan antusias. She was attractive as a student. Mandiri katanya karena mamanya dibolehin ngerumpi cantik di ruang tunggu. It's oke, nggak apa-apa. Setiap pulang sekolah Kinan selalu cerita asiknya di sekolah main apa saja, eksperimen apa saja, dan cerita apa saja.
Sejak Agustus sampe medio Mei, Kinan minta mamanya duduk di kelas. What!? Ada apa? Kenapa yang lain ada kemajuan tapi Kinan seolah mundur kemandiriannya? Mama sampai sedih. Sedih lihat Kinan yang maunya sama mama, sedih juga nggak bisa ngemil sama ibu-ibu lain (lho?)
Tapi pertengahan Mei Kinan kembali mandiri walau nggak sepenuhnya. Oke nggak apa-apa, give her time for it. Hal penting yang May suka adalah Kinan bahagia di sekolahnya karena dia nggak dipaksa calistung atau hal lain.
Di sekolah Kinan, gurunya lebih mengarahkan ke pembiasaan. Biasa buka buku (mereka baca gambarnya dengan imajinasi yang wow), biasa buang sampah pada tempatnya (khususnya saat makan bersama), biasa mengucap tolong-terima kasih-maaf pada teman dan bu guru, pembiasaan antri, pembiasaan untuk sabar, juga pembiasaan lain. Pendidikan model begini ini yang memang May cari dari sekolahan. Yap, buat May, sekolah bukan cuma tempat belajar akademik. Lebih dari itu, sekolah adalah tempat Kinan jadi manusia terdidik sesuai fitrah.
Terlihat, Kinan kini di tengah orang asing bisa menjawab pertanyaan sederhana terkait dirinya. Ia tampak percaya diri. Padahal, kalau May lihat di sekolah cuma belajar cerita kegiatan liburan dan pembiasaan mengungkapkan keinginan. Ah ada yang terlewat rupanya dari si kecil nan percaya diri itu.
Kenapa di My First School?
Dalam radius 1 kilometer dari rumah, cuma ada playgroup yang manusiawi menurut May bisa dihitung pake ruas jari. Salah satunya My First School. Kok manusiawi? Iya, karena buat May sekolah tingkatan playgroup tuh anak butuh pembiasaan baik bukan calistung. banyak kok anak pinter zaman sekarang yang buang sampah sembarangan. jadi, menurut May akademik bisa dipelajari usia 7 tahun tapi pembiasaan baik harus dari kecil, usia bayi kalau bisa. dan sekolah yang letaknya di belokan jalan pancoran barat VII ini sesuai dengan maunya May. gurunya enak, they treat us as partner lho. harganya juga muurah banget. tahun 2016 kemarin masuknya 4,8 juta bisa dicicil. seneng dong May bisa nyicil heuheuheu. yang paling penting, Kinan dicoba dulu kesiapannya sekolah. trial dulu, bisa nggak dia? kalau nggak bisa ya ditolak.
Awal masuk sekolah, Kinan antusias. She was attractive as a student. Mandiri katanya karena mamanya dibolehin ngerumpi cantik di ruang tunggu. It's oke, nggak apa-apa. Setiap pulang sekolah Kinan selalu cerita asiknya di sekolah main apa saja, eksperimen apa saja, dan cerita apa saja.
Sejak Agustus sampe medio Mei, Kinan minta mamanya duduk di kelas. What!? Ada apa? Kenapa yang lain ada kemajuan tapi Kinan seolah mundur kemandiriannya? Mama sampai sedih. Sedih lihat Kinan yang maunya sama mama, sedih juga nggak bisa ngemil sama ibu-ibu lain (lho?)
Tapi pertengahan Mei Kinan kembali mandiri walau nggak sepenuhnya. Oke nggak apa-apa, give her time for it. Hal penting yang May suka adalah Kinan bahagia di sekolahnya karena dia nggak dipaksa calistung atau hal lain.
Di sekolah Kinan, gurunya lebih mengarahkan ke pembiasaan. Biasa buka buku (mereka baca gambarnya dengan imajinasi yang wow), biasa buang sampah pada tempatnya (khususnya saat makan bersama), biasa mengucap tolong-terima kasih-maaf pada teman dan bu guru, pembiasaan antri, pembiasaan untuk sabar, juga pembiasaan lain. Pendidikan model begini ini yang memang May cari dari sekolahan. Yap, buat May, sekolah bukan cuma tempat belajar akademik. Lebih dari itu, sekolah adalah tempat Kinan jadi manusia terdidik sesuai fitrah.
Terlihat, Kinan kini di tengah orang asing bisa menjawab pertanyaan sederhana terkait dirinya. Ia tampak percaya diri. Padahal, kalau May lihat di sekolah cuma belajar cerita kegiatan liburan dan pembiasaan mengungkapkan keinginan. Ah ada yang terlewat rupanya dari si kecil nan percaya diri itu.
Kenapa di My First School?
Dalam radius 1 kilometer dari rumah, cuma ada playgroup yang manusiawi menurut May bisa dihitung pake ruas jari. Salah satunya My First School. Kok manusiawi? Iya, karena buat May sekolah tingkatan playgroup tuh anak butuh pembiasaan baik bukan calistung. banyak kok anak pinter zaman sekarang yang buang sampah sembarangan. jadi, menurut May akademik bisa dipelajari usia 7 tahun tapi pembiasaan baik harus dari kecil, usia bayi kalau bisa. dan sekolah yang letaknya di belokan jalan pancoran barat VII ini sesuai dengan maunya May. gurunya enak, they treat us as partner lho. harganya juga muurah banget. tahun 2016 kemarin masuknya 4,8 juta bisa dicicil. seneng dong May bisa nyicil heuheuheu. yang paling penting, Kinan dicoba dulu kesiapannya sekolah. trial dulu, bisa nggak dia? kalau nggak bisa ya ditolak.
Kamis, 27 April 2017
Kinan dan Tontonannya
Bocah mana yang nggak suka nonton? Fitrah lah yaaa manusia suka juga sama tontonan. Kinan juga begitu. Berdasarkan pilihan orangtuanya yang khawatir kalau asal pilih film anak, Kinan suka upin-ipin, dodo-syamil, dan super sentai.
Super sentai
Super sentai itu serial pahlawan buatan perusahaan Jepang. Ingat flashman? Jetman? Liveman? Atau...power rangers? Nah beberapa di antaranya Kinan suka. Kinan suka nonton super sentai berbagai seri walau nggak semua. Cuman kyoryuger, ninninger, sedikit gokaiger, boukenger, zyuohger, dan kyuuranger ini yang terbaru. Meski begitu banyak yang ditonton, ternyata Kinan masih suka banget sama Kyoryugreen.
Mama papanya tentu tetap mengarahkan supaya nggak salah memahami apa yang ditonton sama bidadari kecil kami. Misalnya, kalau yang diajak berantem para pahlawan warna warni itu yang nakal. Pesan sambil nonton bahwa Kinan harus tolong teman yang susah. Banyak pesan yang juga diselipkan pada Kinan saat kami nonton bersama. Kinan sebenarnya suka sebagian besar super sentai karena lagunya dan tarian mereka di akhir episode. Mau lihat? Cek deh di youtube. Untuk Kinan, bisa nari bareng mama papa itu udah happy banget!
Upin Ipin
Kinan kenal upin ipin dari saudara sepupunya. Serial berbobot ini lulus sensor mama papanya. Tapi, kewalahan nggak sih kalau kita nyimak bocah berdialog ala upin ipin setiap hari? Mama Papa harus ikut nyimak serial upin ipin biar ngerti maksud Kinan.
Dodo Syamil
Serial pertama yang kami kenalan ke Kinan ketika mbahnya sedih ngelihat Kinan cuma baca buku Halo Balita. Oke, kita nonton tv, setel dodo syamil. Kinan cuma dibatasi 1 vcd sehari waktu itu. Alhamdulillah yang belajar bukan cuma Kinan, orangtua dan mbahnya juga belajar.
Super sentai
Super sentai itu serial pahlawan buatan perusahaan Jepang. Ingat flashman? Jetman? Liveman? Atau...power rangers? Nah beberapa di antaranya Kinan suka. Kinan suka nonton super sentai berbagai seri walau nggak semua. Cuman kyoryuger, ninninger, sedikit gokaiger, boukenger, zyuohger, dan kyuuranger ini yang terbaru. Meski begitu banyak yang ditonton, ternyata Kinan masih suka banget sama Kyoryugreen.
Mama papanya tentu tetap mengarahkan supaya nggak salah memahami apa yang ditonton sama bidadari kecil kami. Misalnya, kalau yang diajak berantem para pahlawan warna warni itu yang nakal. Pesan sambil nonton bahwa Kinan harus tolong teman yang susah. Banyak pesan yang juga diselipkan pada Kinan saat kami nonton bersama. Kinan sebenarnya suka sebagian besar super sentai karena lagunya dan tarian mereka di akhir episode. Mau lihat? Cek deh di youtube. Untuk Kinan, bisa nari bareng mama papa itu udah happy banget!
Upin Ipin
Kinan kenal upin ipin dari saudara sepupunya. Serial berbobot ini lulus sensor mama papanya. Tapi, kewalahan nggak sih kalau kita nyimak bocah berdialog ala upin ipin setiap hari? Mama Papa harus ikut nyimak serial upin ipin biar ngerti maksud Kinan.
Dodo Syamil
Serial pertama yang kami kenalan ke Kinan ketika mbahnya sedih ngelihat Kinan cuma baca buku Halo Balita. Oke, kita nonton tv, setel dodo syamil. Kinan cuma dibatasi 1 vcd sehari waktu itu. Alhamdulillah yang belajar bukan cuma Kinan, orangtua dan mbahnya juga belajar.
Kyuuranger, Kyuutama, dan Kinan
Bersiap antar Kinan ke sekolah dan memilah berbagai bros di wadah perjilbaban. Nemu dua bros mutiara dan Kinan ngelihat.
'Ma, itu kyutama ya?' tanyanya. Ealah nih anak inget aja.
Kyuutama
Kyuutama itu bola-bola berwarna yang jadi item berubahnya para kyuuranger. Kyuuranger sendiri salah satu tim super alias super sentai, tepatnya tim ke 41! Wow!
Mereka bersebelas ngumpul dari berbagai planet. Konsepny sih gitu. Ada wakil planet robot, planet koki (eh?), planet Bumi (pastinya). Mereka punya musuh namanya Jark Matter, bosnya itu Don Armage (kalo disusun ulang anagram ini jadi Armage(d)don lho)
'Ma, itu kyutama ya?' tanyanya. Ealah nih anak inget aja.
Kyuutama
Kyuutama itu bola-bola berwarna yang jadi item berubahnya para kyuuranger. Kyuuranger sendiri salah satu tim super alias super sentai, tepatnya tim ke 41! Wow!
Mereka bersebelas ngumpul dari berbagai planet. Konsepny sih gitu. Ada wakil planet robot, planet koki (eh?), planet Bumi (pastinya). Mereka punya musuh namanya Jark Matter, bosnya itu Don Armage (kalo disusun ulang anagram ini jadi Armage(d)don lho)
Rabu, 12 April 2017
Sekai ni Hitotsu Dake no Hana (SMAP)
BUNGA SATU-SATUNYA DI DUNIA
(Opening)
number one ni naranakutemo ii || tak perlu berebut jadi nomor satu
moto-moto tokubetsu na only one || sejak awal sudah istimewa only one
(instrumental)
hanaya no mise saki ni naranda || kulihat bunga beraneka warna
ironna hana wo mite ita || berjajar di depan pasar bunga
hito sore-zore konomi ha aru kedo || memenuhi selera yang berbeda-beda
dore mo minna kirei da ne || ada beragam, indah semua
kono naka de dare ga ichiban da nante || tanpa pernah mempertengkarkan
arasou koto mo shinai de || siapakah yang paling hebat
baketsu no naka hokorashige ni || di dalam keranjang dengan bangganya
shan to mune wo hatte iru || mereka membusungkan dada
sore nanoni bokura ningen ha || akan tetapi kita manusia
doushite kou mo kurabetagaru || mengapa ingin membandingkan selalu?
hitori-hitori chigau noni sono naka de || di dalam perbedaan masing-masing
ichi ban ni naritagaru? || ingin jadi nomor satu?
(Reff.)
sou sa bokura ha || ya memang kita semua
sekai ni hitotsu dake no hana || bunga satu-satunya di dunia
hitori-hitori chigau tane wo motsu || masing-masing punya benih berbeda
sono hana wo sakaseru koto dake ni || cukuplah kita bersungguh-sungguh
isshoukenmei ni nareba ii || untuk memekarkan bunga itu
komatta youni warainagara || ada saja orang yang datang
zutto mayotteru hito ga iru || sambil tertawa kebingungan
ganbatte saita hana ha dore mo || bunga-bunga yang sedang berjuang mekar
kirei dakara shikata nai ne || semua indah, pilih yang mana
yatto mise kara dete kita || akhirnya keluar dari pasar
sono hito ga kakaete ita || dengan wajah berseri-seri
iro toridori no hana taba to || dia mendekap seikat bunga
ureshisouna yokogao || indah meriah warna-warni
namae mo shiranakatta keredo || walaupun tak tahu namanya siapa
ano hi boku ni egao wo kureta || hari itu dia tersenyum padaku
dare mo kidzukanai youna basho de || bagai mekarnya bunga di suatu tempat
saiteta hana no youni || yang tak disadari siapa pun
(kembali ke Reff.)
chiisai hana ya ookina hana || bunga yang besar, bunga yang kecil
hitotsu toshite onaji mono ha nai kara || tak ada satu pun benda yang persis sama
(Kembali ke opening)
La la lala lalala lalala la
la la lala la la lala
La la lala lalala lalala la
La la lala la lala la la
pertama dengar lagu ini suka sama nadanya, eh ternyata artinya juga indah banget. konon katanya lagu ini diciptakan untuk mengajak remaja Jepang dan orang-orang dewasa awal supaya nggak bunuh diri. lambat laun lagu ini jadi sering dinyanyikan waktu wisuda sekolah, bahkan wisuda TK!
yang May suka adalah, di lagu ini ditekankan bahwa kita nggak perlu jadi nomor satu, tapi jadilah yang cuman satu di dunia. kenapa? karena Allah ciptakan setiap makhlukNya dengan keunikannya tersendiri. kita cuma bertugas mengasah kemampuan kita sebaik mungkin supaya bermanfaat semaksimal mungkin bagi diri sendiri dan sekitar.
Ya, seenggaknya tahu kalau Takuya Kimura suaranya bagus, jadi dia bukan cuma aktor yang baik. dia gabung di SMAP dari 1988 lho, bubar 2016. lama kalipuuuun. Oh iya ada satu sikap annoyingnya Kimutaku, dia ikutttt aja nggerakin mulut walau bait itu bukan bagiannya dia. kenapa ya?
Selasa, 04 April 2017
Mudik & Tiket
Tulisan ini dibuat sambil menunggu waktu dibukanya pemesanan tiket kereta untuk tanggal baliknya kami ke jakarta. fiuh, udah berapa malam bergadang nungguin semoga malam ini berhasil. aamiiiin.
Yap, pmesanan tiket kereta rebutannya mirip makanan di kamp pengungsi! bayangkan! belum ada semenit dibuka itu pemesanan udah banyak yang habis aja kursinya. ckckck, piye carane yooooo
oke, siap berburu tiket dengan bekal NIK dan nama lengkap calon penumpang. temans, ada yang pengalamannya serupa?
Yap, pmesanan tiket kereta rebutannya mirip makanan di kamp pengungsi! bayangkan! belum ada semenit dibuka itu pemesanan udah banyak yang habis aja kursinya. ckckck, piye carane yooooo
oke, siap berburu tiket dengan bekal NIK dan nama lengkap calon penumpang. temans, ada yang pengalamannya serupa?
Rabu, 22 Juni 2016
Bima Satria Garuda: skripsi
Ketika saya memutuskan judul film tersebut, protes datang dari kalangan semua umur. dari nenek-nenek (mbahnya Kinan) sampai siswi TK (temannya Kinan).
"Kok film kayak gitu?" Mbah Ayi ngedumel yang disambut cengiran si mama muda ini.
"Mbak kalo kuliah jangan nonton terus" protes si kecil Andin yang baru TK.
"Ya ampun Mbak, kayak keponakan saya aja tontonannya," ujar teman kuliah.
Dan saya jadi tenar di kelas akibat judul tersebut.
Tapi ternyata nggak mudah mencari data ilmiahnya.Berlari ke hutan lalu belok ke pantai belum juga nemu tentang film. Akhirnya saya ke fakultas film IKJ. di sana juga cuma nemu 1-2 buku teori tentang film, sisanya? buku tentang film yang bener gimana, yang baik gimana. fiuh...
Belum lagi filmnya sendiri, kalau beli DVDnya saja harus merogoh kocek 750.000 (wew!) saya pinjam saja ke teman. untung ada kenalan yang baik hati. Thanks yaaaaaa
oh iya, untuk yang mau cari buku tentang moral atau etika, silakan ke perpustakaan DKI Jakarta Gedung Nyi Ageng Serang yang ada di Rasuna Said, Kuningan.
Buku tentang film ada di IKJ Taman Ismail Marzuki.
"Kok film kayak gitu?" Mbah Ayi ngedumel yang disambut cengiran si mama muda ini.
"Mbak kalo kuliah jangan nonton terus" protes si kecil Andin yang baru TK.
"Ya ampun Mbak, kayak keponakan saya aja tontonannya," ujar teman kuliah.
Dan saya jadi tenar di kelas akibat judul tersebut.
Tapi ternyata nggak mudah mencari data ilmiahnya.Berlari ke hutan lalu belok ke pantai belum juga nemu tentang film. Akhirnya saya ke fakultas film IKJ. di sana juga cuma nemu 1-2 buku teori tentang film, sisanya? buku tentang film yang bener gimana, yang baik gimana. fiuh...
Belum lagi filmnya sendiri, kalau beli DVDnya saja harus merogoh kocek 750.000 (wew!) saya pinjam saja ke teman. untung ada kenalan yang baik hati. Thanks yaaaaaa
oh iya, untuk yang mau cari buku tentang moral atau etika, silakan ke perpustakaan DKI Jakarta Gedung Nyi Ageng Serang yang ada di Rasuna Said, Kuningan.
Buku tentang film ada di IKJ Taman Ismail Marzuki.
S4 untuk S1: Serba-serbi Sidang Skripsi untuk S1
Alhamdulillah, kesibukan itu sudah lewat. May tulis di sini karena nggak akan muat kalau ditulis di area "Kata Pengantar" dalam skripsi, heuheuheu. Wokeh, gatelnya harus segera dihilangkan dengan menuliskan semua pengalaman terkait sidang.
Selasa, 14 Juni 2016. Syukurlah di bulan Ramadhan, which is nggak bakal kesiangan bangunnya. Sejak dua hari sebelumnya segala perlengkapan sudah disiapkan. Kemeja Mama yang putih dengan aksen zebra di lengan dan krah (Mama bangga banget bilang itu baju lungsuran bos yang dibeli di Jepang wkwkwkwk) serta rok bahan chiffon hitam jadi outfit of the day. Eits, sebenarnya memang dresscode untuk sidang putih hitam ding, hehehe. Pesan ojek online dan meluncuuuur.
Sampai kampus pukul 06:30an gitu deh, menuju kantor program studi daaaaaaan.....tidak mendapati satu orangpun di sana! TIDAAAKKK!!! Apakah saya terlambat? Akhirnya turun ke lantai 1 dan mencari ruang yang kiranya melayani curhatan mahasiswa jelang sidang.
Administrasi Kemahasiswaan akhirnya jadi pilihan (karena lihat mbak-mbak pakai jaket almamater heuheu). Akhirnya kami duduk di depan ruang yang belum terisi juga oleh satu pegawaipun itu. Pukul 07:00 kami akhirnya mengisi buku daftar hadir yang disodorkan bapak administrasi.
Kisah berlanjut dengan dipanggilnya kami satu persatu ke ruang sidang. Sebagai mahasiswa di urutan panggilan kedua, jantung rasanya jedug-jedug. Bersegeralah saya ke ruang pertama, ruang Ibu cantik yang akan menjadi dosen penguji saya. Bersama dua teman lain kami duduk di kursi yang disiapkan.
Lho!? Itu kan dosen pembimbing sayaaaaaa!!!! Hadhuh, beliau perfeksionis pula. Bisa habis saya. Bismillah aja, baca doanya Nabi Musa waktu menghadapi Fir'aun. Eh, tapi jangan bayangin dosen saya pakai baju Cleopatra yaaaa. Akhirnya skripsi kami serahkan pada beliau dan bersiaplah untuk ditanyai.
"Maesaroh, nanti tanggal 18 revisinya bawa ke saya, ya," ujar sang Ibu lembut. Wait! Jadi, nggak ditanyain layaknya dua teman di samping? -_-!
Selesai di ruang pertama, kami ke ruang kedua yang setelah saya lihat di daftar penguji saya adalah dosen pembimbing skripsi saya (juga). Allah, entah ini berkah atau cobaan. Masuklah kami berdua (bersama teman) ke ruangan Bapak Ketua Program Studi.
"Maesaroh, kenapa tertarik membahas Bima Satria Garuda?" tanya beliau. Alhamdulillah, terjawab sesuai pertanyaan beliau saat bimbingan pertama. Daan, seperti biasa ketika berbincang dengan beliau, jadilah rumpi-rumpi syantiieeek muncul. Segala sinetron Anak Jalanan dibawa sebagai contoh sinetron yang kurang baik.
"Oke, hasilnya bagaimana?" tanya beliau lagi.
"Nanti skripsinya dibakar, ya," kata Bapak. Spontan saya shock!
"Apa!?"
"Iya, dibakar ke CD," lanjut Bapak yang sepertinya belum menyadari keterkejutan saya. Owalah si Bapaaaaak, bikin shock ajah.
Kami selesai dan menuju ruang ketiga, ruang paling menegangkan karena penguji tersebut belum pernah kami temui. Ya, dua penguji sebelumnya masih santai.
Bapak penuh wibawa nan santun tersebut menanyakan hal yang persis sama dengan Pak Ketua Program Studi. Tapi, beliau ada tambahan ternyata. Menanyakan alasan kenapa bisa hasil tersebut muncul. Uwaaa!!!
Lelah rasanya setelah sidang. Saya bersegera pulang ketika selesai menemui dosen ketiga.
*terima kasih semua...
Selasa, 14 Juni 2016. Syukurlah di bulan Ramadhan, which is nggak bakal kesiangan bangunnya. Sejak dua hari sebelumnya segala perlengkapan sudah disiapkan. Kemeja Mama yang putih dengan aksen zebra di lengan dan krah (Mama bangga banget bilang itu baju lungsuran bos yang dibeli di Jepang wkwkwkwk) serta rok bahan chiffon hitam jadi outfit of the day. Eits, sebenarnya memang dresscode untuk sidang putih hitam ding, hehehe. Pesan ojek online dan meluncuuuur.
Sampai kampus pukul 06:30an gitu deh, menuju kantor program studi daaaaaaan.....tidak mendapati satu orangpun di sana! TIDAAAKKK!!! Apakah saya terlambat? Akhirnya turun ke lantai 1 dan mencari ruang yang kiranya melayani curhatan mahasiswa jelang sidang.
Administrasi Kemahasiswaan akhirnya jadi pilihan (karena lihat mbak-mbak pakai jaket almamater heuheu). Akhirnya kami duduk di depan ruang yang belum terisi juga oleh satu pegawaipun itu. Pukul 07:00 kami akhirnya mengisi buku daftar hadir yang disodorkan bapak administrasi.
Kisah berlanjut dengan dipanggilnya kami satu persatu ke ruang sidang. Sebagai mahasiswa di urutan panggilan kedua, jantung rasanya jedug-jedug. Bersegeralah saya ke ruang pertama, ruang Ibu cantik yang akan menjadi dosen penguji saya. Bersama dua teman lain kami duduk di kursi yang disiapkan.
Lho!? Itu kan dosen pembimbing sayaaaaaa!!!! Hadhuh, beliau perfeksionis pula. Bisa habis saya. Bismillah aja, baca doanya Nabi Musa waktu menghadapi Fir'aun. Eh, tapi jangan bayangin dosen saya pakai baju Cleopatra yaaaa. Akhirnya skripsi kami serahkan pada beliau dan bersiaplah untuk ditanyai.
"Maesaroh, nanti tanggal 18 revisinya bawa ke saya, ya," ujar sang Ibu lembut. Wait! Jadi, nggak ditanyain layaknya dua teman di samping? -_-!
Selesai di ruang pertama, kami ke ruang kedua yang setelah saya lihat di daftar penguji saya adalah dosen pembimbing skripsi saya (juga). Allah, entah ini berkah atau cobaan. Masuklah kami berdua (bersama teman) ke ruangan Bapak Ketua Program Studi.
"Maesaroh, kenapa tertarik membahas Bima Satria Garuda?" tanya beliau. Alhamdulillah, terjawab sesuai pertanyaan beliau saat bimbingan pertama. Daan, seperti biasa ketika berbincang dengan beliau, jadilah rumpi-rumpi syantiieeek muncul. Segala sinetron Anak Jalanan dibawa sebagai contoh sinetron yang kurang baik.
"Oke, hasilnya bagaimana?" tanya beliau lagi.
"Nanti skripsinya dibakar, ya," kata Bapak. Spontan saya shock!
"Apa!?"
"Iya, dibakar ke CD," lanjut Bapak yang sepertinya belum menyadari keterkejutan saya. Owalah si Bapaaaaak, bikin shock ajah.
Kami selesai dan menuju ruang ketiga, ruang paling menegangkan karena penguji tersebut belum pernah kami temui. Ya, dua penguji sebelumnya masih santai.
Bapak penuh wibawa nan santun tersebut menanyakan hal yang persis sama dengan Pak Ketua Program Studi. Tapi, beliau ada tambahan ternyata. Menanyakan alasan kenapa bisa hasil tersebut muncul. Uwaaa!!!
Lelah rasanya setelah sidang. Saya bersegera pulang ketika selesai menemui dosen ketiga.
*terima kasih semua...
Minggu, 22 Februari 2015
Whatsapp untuk nokia c5-00
Akhirnya...mbahnya kinan punya Whatsapp jugaaaa :D udah coba ngubek-ubek opa gugel dan akhirnya dapet cara amatir rada brutal untuk install aplikasi kesayangan mamanya kinan di HP mbah.
pertama, siapin komputer yang terkoneksi ke listrik dan internet. jangan lupa internetnya udah dibayar dan listriknya terisi pulsa yaaaa (khusus prabayar) :D
kedua, siapin hP Nokia C5-00 dan kartu prabayar yang sudah dipaket ke internet. o iya jangan lupa kabel datanya.
ketiga, download aplikasi whatsapp untuk nokia. buka berbagai macam web sampai unduh 3 file whatsapp, akhirnya yang terbuka tuh yang diunduh di http://www.whatsapp.com/nokia/ *memang harus ORI yak :D
keempat, colokkan kabel data dan masukkan unduhan tadi ke drive nokia yang muncul di explorernya komputer...apa ya nama aslinya?
kelima, copot tuh kabel dan buka file unduhan di HPnya. install deh
daaaan....mbah punya akun whahtsapp ^_^ (yng artinya irit sms nantinyaaa)
pertama, siapin komputer yang terkoneksi ke listrik dan internet. jangan lupa internetnya udah dibayar dan listriknya terisi pulsa yaaaa (khusus prabayar) :D
kedua, siapin hP Nokia C5-00 dan kartu prabayar yang sudah dipaket ke internet. o iya jangan lupa kabel datanya.
ketiga, download aplikasi whatsapp untuk nokia. buka berbagai macam web sampai unduh 3 file whatsapp, akhirnya yang terbuka tuh yang diunduh di http://www.whatsapp.com/nokia/ *memang harus ORI yak :D
keempat, colokkan kabel data dan masukkan unduhan tadi ke drive nokia yang muncul di explorernya komputer...apa ya nama aslinya?
kelima, copot tuh kabel dan buka file unduhan di HPnya. install deh
daaaan....mbah punya akun whahtsapp ^_^ (yng artinya irit sms nantinyaaa)
Minggu, 02 November 2014
Kisah Minggu Malam
Tadi siang berencana beli popok dan susu UHT untuk Kinan dengan Papanda. Katanya sih malam jalannya. Okelah, toh depot susu dekat rumah buka sampai malam. Nggak apa-apa deh yang penting dapat harga murah untuk popok Kinan. Meski pakai clodi, Kinan juga popokan lho, biar nyaman kalo malam. Semoga bisa segera ditatur setelah Kinan lancar jalannya. Aamiiin.
Akhirnya setelah shalat Maghrib, ngajak Papanda berangkat. Melihat sang Papanda bergegas saya juga ikut bergegas, masuk mengambil tas. Setelah pamit pada Mbah dan Kinan, saya keluar rumah menyapa Papanda yang di atas motor (mestinya).
Tapi...lho? Ke mana gerangan kekasih tercinta? Oh, mungkin muter, begitu pikir saya. Tapi kok lama? Celingukan ke kanan ke kiri dan bertanya pada tetangga yang duduk di luar apakah melihat Papanda, jawabannya adalah: tadi jalan naik motor.
"Duh, apa lupa, ya, aku belum naik?" celetuk saya. Akhirnya saya SMS Papanda, isinya:
Begini tho rasanya ditinggal suami *mau bli pempers susu, baru masuk sbntar ambil uang eh papa&motornya udh ga ada. Apa lupa ya istrinya blm naik?
Saya masuk lagi ke rumah, menemani Kinan menyanyi lagu-lagu Little baby Bum. jadi sambil nunggu, beberes jemuran dulu. begitu suami pulang, kami tanya: mana pempers?
suami: lho, aku potong rambut tadi
me: lhaaaaa...kirain
Akhirnya setelah shalat Maghrib, ngajak Papanda berangkat. Melihat sang Papanda bergegas saya juga ikut bergegas, masuk mengambil tas. Setelah pamit pada Mbah dan Kinan, saya keluar rumah menyapa Papanda yang di atas motor (mestinya).
Tapi...lho? Ke mana gerangan kekasih tercinta? Oh, mungkin muter, begitu pikir saya. Tapi kok lama? Celingukan ke kanan ke kiri dan bertanya pada tetangga yang duduk di luar apakah melihat Papanda, jawabannya adalah: tadi jalan naik motor.
"Duh, apa lupa, ya, aku belum naik?" celetuk saya. Akhirnya saya SMS Papanda, isinya:
Begini tho rasanya ditinggal suami *mau bli pempers susu, baru masuk sbntar ambil uang eh papa&motornya udh ga ada. Apa lupa ya istrinya blm naik?
Saya masuk lagi ke rumah, menemani Kinan menyanyi lagu-lagu Little baby Bum. jadi sambil nunggu, beberes jemuran dulu. begitu suami pulang, kami tanya: mana pempers?
suami: lho, aku potong rambut tadi
me: lhaaaaa...kirain
suami: tadi kan pas mau berangkat aku bilang aku potong rambut dulu baru ntar pulang kita beli buat Kinan. kirain ngeh
*malu sendiri sampe cekikikan....
*malu sendiri sampe cekikikan....
Rabu, 15 Oktober 2014
Cinta Monyet
Pengen nulis ini. Pertama kali ngerasain ini waktu SMP. Rasanya ya...mirip lagu-lagu yang ceritain jatuh cinta gitu deh. Jatuh cinta yang sampai 2 tahun dipendam tanpa disampaikan ke orangnya langsung. Kuat, ya? Hehehe, soalnya waktu itu saya nanya-nanya dulu sama teman yang pacaran, kalau pacaran itu ngapain aja. kalau banyak untungnya ya saya mau juga pacaran. Tapi, saat itu saya juga harus berjuang melawan rasa malu saya yang kelewat guede, lebih gede dari kerajaan Indraprasta ataupun kekuatan Kaumodakinya Krishna (halagh).
Jatuh Cinta
Dia yang membuat saya jadi mesin absensi paling akurat. Mengecek apakah dia datang hari ini, apakah tepat waktu, apakah dia ke ruang komputer, apakah dia ikut latihan karate (kami sama-sama karate saat itu). Bagaimana dia di kelas, apa baik-baik saja? Apa dia gelisah, kalau iya apa masalahnya? Jam istirahat dia makan apa? kenyang nggak? jam olahraga, dia main voli nggak? mainnya bagus nggak?
Semua itu saya lakukan diam-diam. Kalau kata Cherrybelle, aku diam-diam suka kamu. Sekarang kan panutannya sinetron remaja, kalau dulu komik jepang. Nah, serial cantik itu kisahnya mirip: perempuan suka sama seseorang dan memendam perasaannya, tapi ada aja kejadian yang akhirnya bikin endingnya bahagia. Berkiblat dari itu, saya juga memendam perasaan saya. Selain gara-gara komik, saya juga masih punya ambisis jadi arsitek sehingga menomorsatukan belajar. Kebayang dong kupernya saya dann populernya cowok itu?
Pendam saja
Zaman sekarang perempuan lebih mudah ungkapkan perasaannya. Saya sampai SMA lebih memilih memendam perasaan saya. Kenapa? Ya kalau cowoknya juga suka. Kalau nggak? Malu kuadrat dong saya. Apalagi zaman saya yang pacaran itu mesti yang ganteng dan cantik. saya? jauuuuh dari dua ciri fisik itu :D
Selain itu, saya pikir kalau sudah ungkapkan, cocok, jadian, terus pacarannya ngapain? waktu saya tanya teman saya yang pacaran, dia diam saja. bingung mau menjawab apa karena dia juga malu kalau kepergok duduk berdua di kelas sama pacarnya! daripada bingung gitu, daripada waktu bebasnya berkurang (gimana nggak berkurang, dikit-dikit ketemu pacara, apa-apa izin pacar....), ya udahlah saya asik pendam saja dan nikmati singelisitas saya dengan ratusan teman lainnya di SMP.
Lagipula, sebagai perempuan, saya pribadi menikmati pemendaman rasa ini. Saya pernah pacaran saat kuliah (dengan orang yang salah), bosan deh. rasa cinta jadi hambar, nggak seseru saat dipendam. kemana-mana harus bilang pacar, padahal biasanya bilang Mama dan Bapak juga lebih tenang. Bapak Mama nggak seheboh pacar saya kalau tahu saya pergi. Capek ditanya apa saya pergi sama laki-laki yang dicemburui.
Yap. saya putuskan, harga diri saya lebih ada ternyata kalau memendam rasa yang menyapa. Kalau jadian kok rasanya saya murah banget ya jadi perempuan? gampang dipegang, dirayu, diajak jalan sama yang cuma berstatus pacar. Suami juga bukan, ngasih bulanan nggak, tanggungjawab ke Tuhan atas saya juga nggak, main cemburuin aja.
Jatuh Cinta
Dia yang membuat saya jadi mesin absensi paling akurat. Mengecek apakah dia datang hari ini, apakah tepat waktu, apakah dia ke ruang komputer, apakah dia ikut latihan karate (kami sama-sama karate saat itu). Bagaimana dia di kelas, apa baik-baik saja? Apa dia gelisah, kalau iya apa masalahnya? Jam istirahat dia makan apa? kenyang nggak? jam olahraga, dia main voli nggak? mainnya bagus nggak?
Semua itu saya lakukan diam-diam. Kalau kata Cherrybelle, aku diam-diam suka kamu. Sekarang kan panutannya sinetron remaja, kalau dulu komik jepang. Nah, serial cantik itu kisahnya mirip: perempuan suka sama seseorang dan memendam perasaannya, tapi ada aja kejadian yang akhirnya bikin endingnya bahagia. Berkiblat dari itu, saya juga memendam perasaan saya. Selain gara-gara komik, saya juga masih punya ambisis jadi arsitek sehingga menomorsatukan belajar. Kebayang dong kupernya saya dann populernya cowok itu?
Pendam saja
Zaman sekarang perempuan lebih mudah ungkapkan perasaannya. Saya sampai SMA lebih memilih memendam perasaan saya. Kenapa? Ya kalau cowoknya juga suka. Kalau nggak? Malu kuadrat dong saya. Apalagi zaman saya yang pacaran itu mesti yang ganteng dan cantik. saya? jauuuuh dari dua ciri fisik itu :D
Selain itu, saya pikir kalau sudah ungkapkan, cocok, jadian, terus pacarannya ngapain? waktu saya tanya teman saya yang pacaran, dia diam saja. bingung mau menjawab apa karena dia juga malu kalau kepergok duduk berdua di kelas sama pacarnya! daripada bingung gitu, daripada waktu bebasnya berkurang (gimana nggak berkurang, dikit-dikit ketemu pacara, apa-apa izin pacar....), ya udahlah saya asik pendam saja dan nikmati singelisitas saya dengan ratusan teman lainnya di SMP.
Lagipula, sebagai perempuan, saya pribadi menikmati pemendaman rasa ini. Saya pernah pacaran saat kuliah (dengan orang yang salah), bosan deh. rasa cinta jadi hambar, nggak seseru saat dipendam. kemana-mana harus bilang pacar, padahal biasanya bilang Mama dan Bapak juga lebih tenang. Bapak Mama nggak seheboh pacar saya kalau tahu saya pergi. Capek ditanya apa saya pergi sama laki-laki yang dicemburui.
Yap. saya putuskan, harga diri saya lebih ada ternyata kalau memendam rasa yang menyapa. Kalau jadian kok rasanya saya murah banget ya jadi perempuan? gampang dipegang, dirayu, diajak jalan sama yang cuma berstatus pacar. Suami juga bukan, ngasih bulanan nggak, tanggungjawab ke Tuhan atas saya juga nggak, main cemburuin aja.
Senin, 15 September 2014
Drrrrt...Krishna
Kalau ditanya cita-cita jadi apa, jawabnya guru. hobinya apa, menulis. dan sekarang? isi kepala blank alias kosong dari inspirasi untuk menulis. sehari-hari terlalu disibukkan dengan pekerjaan rumah, rutinitas harian. bosan? Jujur, kadang bosan. Pengen bisa nulis lagi, yang jadi pengisi waktu, syukur-syukur tulisannya mencerahkan. Sekarang pengusir kebosanan cuma main sama Kinan atau...nonton Mahabharata :D
Ah iya, soal Mahabharat versi baru ini, ada hal yang mengesankan. Kali ini bahas soal Krishna ya. Meski bukan tokoh favorit di serial itu, tapi karakternya cukup mengesankan, kok.\
Krishna menarik hati ketika di episode 91 ia muncul. Ya, lompat-lompat emang nontonnya. Awal nonton episode 267, yang terakhir. Jengkel, ikutan Gandhari, soalnya si Krishna ini nggak mencegah perang. Ya, walau baca novelnya tahu ceritanya tapi jengkel aja sama si Madhawa ini.
Episode 91, kaget lihat Krishna yang akting waktu ngobrol sama Drupadi, pura-pura polos. Di sisi tebing itu mereka mulai bersahabat. Terus, suka waktu Krishna iseng nimpukin Drupadi yang kebingungan karena nggak ada makanan untuk Resi Durwasa. Belum selesai sampai situ, dia juga masih bisa bilang laper. Mungkin saya bosan dengan kebijaksanaan Krishna, jadi lebih suka ketika Krishna muncul sebagai teman yang iseng (wkwkwkwk, manusiawi, kan?)
Ah iya, soal Mahabharat versi baru ini, ada hal yang mengesankan. Kali ini bahas soal Krishna ya. Meski bukan tokoh favorit di serial itu, tapi karakternya cukup mengesankan, kok.\
Krishna menarik hati ketika di episode 91 ia muncul. Ya, lompat-lompat emang nontonnya. Awal nonton episode 267, yang terakhir. Jengkel, ikutan Gandhari, soalnya si Krishna ini nggak mencegah perang. Ya, walau baca novelnya tahu ceritanya tapi jengkel aja sama si Madhawa ini.
Episode 91, kaget lihat Krishna yang akting waktu ngobrol sama Drupadi, pura-pura polos. Di sisi tebing itu mereka mulai bersahabat. Terus, suka waktu Krishna iseng nimpukin Drupadi yang kebingungan karena nggak ada makanan untuk Resi Durwasa. Belum selesai sampai situ, dia juga masih bisa bilang laper. Mungkin saya bosan dengan kebijaksanaan Krishna, jadi lebih suka ketika Krishna muncul sebagai teman yang iseng (wkwkwkwk, manusiawi, kan?)
Sabtu, 12 Juli 2014
Dokter-dokter Kinan
Lama nggak ngeblog, hari ini mau nulis tentang dokter-dokternya Kinan.
Dokter Diah
Lahirnya Kinan, langsung ditangani Bu eh Tante Dokter Diah nan cantik. Beliau putri pemilik RSB Duren Tiga, dr. Fachrudin. Rajin deh beliau ngelaporin kondisi Kinan yang lahir kekurangan air ketuban. Oke, karena dari sebelum lahir bertekad ngedokter anak sesuai jenis kelamin Nanda, maka kayaknya klop deh sama Tante Dokter. Apalagi beliau ramah, pro-ASI gitu. Menenangkan lagi.
Dokter Budi
Waktu itu umur Kinan seminggu, jadwal imunisasi BCG dan kontrol pertama sama Tante Dokter Diah. Tapi waktu daftar, Mbak adminnya bilang Dokter Diah cuti, dan kalau mau ganti dengan Dokter Budi. Terlintaslah kalimat: Ini Budi, ini Ibu Budi, hehehhe. Akhirnya kami mengiyakan dan antre.
Setelah nimbang dan dipanggil, masuklah Kinan, mamanya, papanya, dan mbahnya ke poli anak.
"Ya ampun, kayak lemper," celetuk Dokter Budi begitu melihat Kinan dibedong. Nyengir kami mendengar petuah Pak Dokter. Setelah diimunisasi, ternyata kami diajak ngoobrol buanyak, dari imunisasi, KB, sampai perencanaan pendidikan anak. Asik, sih, RUM banget, tapi...kalo adiknya Kinan laki-laki, deh, ke beliau ngedokternya, hihi.
Dokter X
Ceritanya mau menghindari dr.Budi yang baik hati itu. Waktu antre bareng ibu-ibu lain.
"Dokter Lola kan ibunya Afgan," kata ibu itu. Saya menoleh. "Eh?" "Iya, Afgan yang penyanyi itu anaknya,"lanjutnya. Waw! Ada ya keluarga dokter yang anaknya penyanyi? (ada, lah, tuh Afgan)
Tapi, begitu masuk, Dokter Lola tipe yang bicara setelah ditanya. Pendiam sangat. Apa kalemnya Afgan nurun darinya?
Dokter Keumala
Dokter tenar di RS ASRI ini kabarnya RUM. Beliau njelasin mirip dr.Budi. Tapi, waktu Kinan sakit, batuk pilek, beliau meresepkan puyer sama sirup untuk flunya. Selain itu, berhubung Kinan termasuk BB rendah, beliau menyarankan susu formula untuk tambahan. Hadeuh...masih belum sreg...semoga ketemu yang tepat.
Dokter Ina
Ceritanya awal ke beliau karena antrian Dokter Keumala puanjaaang (bisa 20an lho!), di pendaftaran minta ganti deh ke beliau. Pertama Kinan ketemu beliau, Mbahnya aja yang antar. Mamanya lagi kuliah. Waktu itu Kinan sakit, dan Mama dengan sigap gugling info soal Bu Dokter ini. Alhamdulillah beliau RUM, kalo kata pasiennya. Oke gepepe.
Pertemuan Kinan yang kedua baru deh Mama ngikut. Uwaaaaaa, keren nih! Bijaaak beud. Jadi waktu bicara soal susu, kan Mbahnya Kinan ngotot nanya soal susu formula (yang ditentang ortunya Kinan), beliau njawabnya bijak bangeeeed.
"Oh, bisa dipakai di kue, puding, itu. Kalau untuk balita, susu UHT saja, Pak, Bu" dan, Bu Dokter lancar beud menjelaskan sebab kenapa UHT yang dipilih, nggak beda sama yang Mamanya Kinan baca di internet.
Selain itu, soal suplemen zat besi, Mama diajakin ngenet di tab beliau, ngecek suplemen yang tepat untuk usia Kinan dan kebutuhannya. wiiii, kayaknya itu web khusus dokter deh, atau malah bukan web ya? pokoknya, gegara Kinan pilek, jadi sharing banyak deh sama beliau. Pola asuh, sampe resep cemilan! heuheuheu, yang penting jadi tahu banyak Kinan harus diapain, ya nggak?
Udah gitu beliau nggak kasih obat, cuma vitamin ihiiiirrrrrrrrrrrrrrrr. sreg daaaaah
Dokter Diah
Lahirnya Kinan, langsung ditangani Bu eh Tante Dokter Diah nan cantik. Beliau putri pemilik RSB Duren Tiga, dr. Fachrudin. Rajin deh beliau ngelaporin kondisi Kinan yang lahir kekurangan air ketuban. Oke, karena dari sebelum lahir bertekad ngedokter anak sesuai jenis kelamin Nanda, maka kayaknya klop deh sama Tante Dokter. Apalagi beliau ramah, pro-ASI gitu. Menenangkan lagi.
Dokter Budi
Waktu itu umur Kinan seminggu, jadwal imunisasi BCG dan kontrol pertama sama Tante Dokter Diah. Tapi waktu daftar, Mbak adminnya bilang Dokter Diah cuti, dan kalau mau ganti dengan Dokter Budi. Terlintaslah kalimat: Ini Budi, ini Ibu Budi, hehehhe. Akhirnya kami mengiyakan dan antre.
Setelah nimbang dan dipanggil, masuklah Kinan, mamanya, papanya, dan mbahnya ke poli anak.
"Ya ampun, kayak lemper," celetuk Dokter Budi begitu melihat Kinan dibedong. Nyengir kami mendengar petuah Pak Dokter. Setelah diimunisasi, ternyata kami diajak ngoobrol buanyak, dari imunisasi, KB, sampai perencanaan pendidikan anak. Asik, sih, RUM banget, tapi...kalo adiknya Kinan laki-laki, deh, ke beliau ngedokternya, hihi.
Dokter X
Ceritanya mau menghindari dr.Budi yang baik hati itu. Waktu antre bareng ibu-ibu lain.
"Dokter Lola kan ibunya Afgan," kata ibu itu. Saya menoleh. "Eh?" "Iya, Afgan yang penyanyi itu anaknya,"lanjutnya. Waw! Ada ya keluarga dokter yang anaknya penyanyi? (ada, lah, tuh Afgan)
Tapi, begitu masuk, Dokter Lola tipe yang bicara setelah ditanya. Pendiam sangat. Apa kalemnya Afgan nurun darinya?
Dokter Keumala
Dokter tenar di RS ASRI ini kabarnya RUM. Beliau njelasin mirip dr.Budi. Tapi, waktu Kinan sakit, batuk pilek, beliau meresepkan puyer sama sirup untuk flunya. Selain itu, berhubung Kinan termasuk BB rendah, beliau menyarankan susu formula untuk tambahan. Hadeuh...masih belum sreg...semoga ketemu yang tepat.
Dokter Ina
Ceritanya awal ke beliau karena antrian Dokter Keumala puanjaaang (bisa 20an lho!), di pendaftaran minta ganti deh ke beliau. Pertama Kinan ketemu beliau, Mbahnya aja yang antar. Mamanya lagi kuliah. Waktu itu Kinan sakit, dan Mama dengan sigap gugling info soal Bu Dokter ini. Alhamdulillah beliau RUM, kalo kata pasiennya. Oke gepepe.
Pertemuan Kinan yang kedua baru deh Mama ngikut. Uwaaaaaa, keren nih! Bijaaak beud. Jadi waktu bicara soal susu, kan Mbahnya Kinan ngotot nanya soal susu formula (yang ditentang ortunya Kinan), beliau njawabnya bijak bangeeeed.
"Oh, bisa dipakai di kue, puding, itu. Kalau untuk balita, susu UHT saja, Pak, Bu" dan, Bu Dokter lancar beud menjelaskan sebab kenapa UHT yang dipilih, nggak beda sama yang Mamanya Kinan baca di internet.
Selain itu, soal suplemen zat besi, Mama diajakin ngenet di tab beliau, ngecek suplemen yang tepat untuk usia Kinan dan kebutuhannya. wiiii, kayaknya itu web khusus dokter deh, atau malah bukan web ya? pokoknya, gegara Kinan pilek, jadi sharing banyak deh sama beliau. Pola asuh, sampe resep cemilan! heuheuheu, yang penting jadi tahu banyak Kinan harus diapain, ya nggak?
Udah gitu beliau nggak kasih obat, cuma vitamin ihiiiirrrrrrrrrrrrrrrr. sreg daaaaah
Senin, 17 Februari 2014
Blusukan ke Pasar Minggu
Siang ini blusukan ke Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ceritanya, cari sesuatu yang menurut informan paling banyak di Pasar Minggu.
"Masuk gedung R**in*** cari tangga di tengah nanti nemu tuh pusatnya," kata sepupu. Oke, berbekal pedoman itu, naiklah saya bus metro mini 62 dan turun di seberang gedung yang dimaksud. Selanjutnya? Mencari tangga yang saya tuju.
Saya perhatikan setiap sisi pertokoan emas perhiasan itu, mencari tangga tujuan. Tidak ada. Gang sana tidak ada. Eh, tapi, ada satu toko emas yang mencurigakan di belakang toko yang tutup. Plafon toko emas itu agak miring seperti ruang untuk tangga. Curiga, saya mencari penjual di toko lain untuk menanyakan tangga yang tak juga ditemukan.
"Oh, lagi stock opname kayaknya Mbak, nanti sekitar pukul 11 buka," kata mas-mas penjual tiker. Oke, saya mengangguk. Dan kecurigaan saya terbukti. Tangga itu adalah yang saya cari. Tapi tutup karena...ya, sedang stock opname. Akhirnya saya coba cari alat kue. Bertanyalah saya pada seorang Mbak pengunjung yang sepertinya hapal tempat ini.
"Mbak lewat situ, nah masuk ke gedung depan ini ada kok," jawabnya. Langsung saja saya berjalan melewati jembatan penghubung.
Wiiiih, ini pasar tradisional tapi...luas bangeeeeet!!!!!
Ada buanyakkkk toko plastik, toko beras, alat-alat masak....surganya mama saya ini mah ^_^
Saya terus dan terus bertanya tempat menjual alat kue yang saya maksud. Sampai akhirnya... ketemuuuuuu
"Masuk gedung R**in*** cari tangga di tengah nanti nemu tuh pusatnya," kata sepupu. Oke, berbekal pedoman itu, naiklah saya bus metro mini 62 dan turun di seberang gedung yang dimaksud. Selanjutnya? Mencari tangga yang saya tuju.
Saya perhatikan setiap sisi pertokoan emas perhiasan itu, mencari tangga tujuan. Tidak ada. Gang sana tidak ada. Eh, tapi, ada satu toko emas yang mencurigakan di belakang toko yang tutup. Plafon toko emas itu agak miring seperti ruang untuk tangga. Curiga, saya mencari penjual di toko lain untuk menanyakan tangga yang tak juga ditemukan.
"Oh, lagi stock opname kayaknya Mbak, nanti sekitar pukul 11 buka," kata mas-mas penjual tiker. Oke, saya mengangguk. Dan kecurigaan saya terbukti. Tangga itu adalah yang saya cari. Tapi tutup karena...ya, sedang stock opname. Akhirnya saya coba cari alat kue. Bertanyalah saya pada seorang Mbak pengunjung yang sepertinya hapal tempat ini.
"Mbak lewat situ, nah masuk ke gedung depan ini ada kok," jawabnya. Langsung saja saya berjalan melewati jembatan penghubung.
Wiiiih, ini pasar tradisional tapi...luas bangeeeeet!!!!!
Ada buanyakkkk toko plastik, toko beras, alat-alat masak....surganya mama saya ini mah ^_^
Saya terus dan terus bertanya tempat menjual alat kue yang saya maksud. Sampai akhirnya... ketemuuuuuu
Minggu, 02 Februari 2014
Pertumbuhkembangan Kinan Bukan Ajang Perbandingan
Ibu mana yang tidak sedih ketika perkembangan anaknya masih saja dinilai kurang oleh sekitar? Saya salah satunya. Tumbuh kembang Kinan yang saya amati, saya stimulasi, saya banggakan, dengan entengnya dijatuhkan dengan pengalaman ibu-ibu yang lebih senior.
Ketika Kinan belum bisa duduk sendiri, mereka berkata: anak saya dulu umur 6 bulan udah mau merangkak
Ketika Kinan baru merangkak, mereka bilang: Si Kakak A 8 bulan udah rambatan
Ketika Kinan mulai semangat rambatan, masih saja ada yang bilang: Kalo B udah langsung mau manjat-manjat
Well, hell to the loooww! Berapa kali saya katakan anak-anak itu beda, tiap anak itu unik. Kita yang sudah besar saja sedih kalau dibandingkan, bagaimana dengan anak kecil yang lebih polos?
Kalau ada pendapat bahwa membandingkan anak satu dengan yang lain berdampak negatif, saya mengiyakan. Bukan apa-apa, saya contohnya. Sejak kecil, Mama saya selalu saja membandingkan saya dengan anak lain yang katanya gaul, suka dandan, suka njoget. Hasilnya? Saya minder ketika berhadapan dengan orang lain, terutama bila sedang bersama mama. Dan saya tidak berharap hal itu berulang ke Kinan.
Berkali saya ucapkan pada Kinan bila ada yang membandingkannya dengan yang lain,"Ya, yang penting bagi Mama, Kinan itu hebat, shalehah"
Ketika Kinan belum bisa duduk sendiri, mereka berkata: anak saya dulu umur 6 bulan udah mau merangkak
Ketika Kinan baru merangkak, mereka bilang: Si Kakak A 8 bulan udah rambatan
Ketika Kinan mulai semangat rambatan, masih saja ada yang bilang: Kalo B udah langsung mau manjat-manjat
Well, hell to the loooww! Berapa kali saya katakan anak-anak itu beda, tiap anak itu unik. Kita yang sudah besar saja sedih kalau dibandingkan, bagaimana dengan anak kecil yang lebih polos?
Kalau ada pendapat bahwa membandingkan anak satu dengan yang lain berdampak negatif, saya mengiyakan. Bukan apa-apa, saya contohnya. Sejak kecil, Mama saya selalu saja membandingkan saya dengan anak lain yang katanya gaul, suka dandan, suka njoget. Hasilnya? Saya minder ketika berhadapan dengan orang lain, terutama bila sedang bersama mama. Dan saya tidak berharap hal itu berulang ke Kinan.
Berkali saya ucapkan pada Kinan bila ada yang membandingkannya dengan yang lain,"Ya, yang penting bagi Mama, Kinan itu hebat, shalehah"
Sabtu, 01 Februari 2014
Belajar Antri
Ternyata benar, antri itu latihan kesabaran dan disiplin, ya? Hari ini belajar tentang antri. Jadi begini ceritanya.
Jadwal belanja bulanan sudah tiba. Berangkatlah kedua orangtua Kinan ke pusat belanja kawasan Pejaten. Setelah selesai memilih apa saja yang dibeli, bersiaplah kami ke kasir. berhubung ini hari libur, so pasti kasir sibuk dengan antrian yang puanjaaang. dipilih dipilih dipilih deh kasir yang antriannya lumayan sedikit.
Setelah nggak lama banget antri, sekarang giliran kami transaksi. Eh tiba-tiba seorang anak kecil dan ayahnya nyerobot saya. Bingung mau marah atau sedih. Ya udah bingung aja.
"Lama nih kalau begini. Mbak, saya duluan deh, cuma ini," kira-kira gitu deh kata Bapak itu. Iya, sih, cuma 2-3 jajanan sang putri unyu-unyu. Tapi....
Selesai transaksi yang diserobot itu, kami ke tempat antri taksi. Hehe mending antri begini daripada nunggu di jalanan luar tapi belum tentu dapat taksi.
"Papanda, sedih deh tadi disereobot Bapak-bapak di kasir. Iya,, sih, cuma seiprit yang dibeli. Tapi, dia kan sama anaknya. nanti jadi belajar nggak antri," kata May.
"Jadi bener, ya, untuk antri itu orang kita tuh susah ya?"
Duh, semoga mampu kelak mendidik Kinan untuk bisa sabar dan disiplin, khususnya tentang antri ini.
Jadwal belanja bulanan sudah tiba. Berangkatlah kedua orangtua Kinan ke pusat belanja kawasan Pejaten. Setelah selesai memilih apa saja yang dibeli, bersiaplah kami ke kasir. berhubung ini hari libur, so pasti kasir sibuk dengan antrian yang puanjaaang. dipilih dipilih dipilih deh kasir yang antriannya lumayan sedikit.
Setelah nggak lama banget antri, sekarang giliran kami transaksi. Eh tiba-tiba seorang anak kecil dan ayahnya nyerobot saya. Bingung mau marah atau sedih. Ya udah bingung aja.
"Lama nih kalau begini. Mbak, saya duluan deh, cuma ini," kira-kira gitu deh kata Bapak itu. Iya, sih, cuma 2-3 jajanan sang putri unyu-unyu. Tapi....
Selesai transaksi yang diserobot itu, kami ke tempat antri taksi. Hehe mending antri begini daripada nunggu di jalanan luar tapi belum tentu dapat taksi.
"Papanda, sedih deh tadi disereobot Bapak-bapak di kasir. Iya,, sih, cuma seiprit yang dibeli. Tapi, dia kan sama anaknya. nanti jadi belajar nggak antri," kata May.
"Jadi bener, ya, untuk antri itu orang kita tuh susah ya?"
Duh, semoga mampu kelak mendidik Kinan untuk bisa sabar dan disiplin, khususnya tentang antri ini.
Rabu, 15 Januari 2014
Kinan, Payung, dan Titah
Senin, 13 Januari 2014. Hujan nyaris tak berhenti mengguyur Jakarta dengan berbagai gayanya. Kinan juga, nggak berhenti ngerjain mamanya dengan berbagai ulah. Dari tidur yang mundur 2 jam (biasanya jam 9 tidur, ini baru jam sebelas siang tidur paginya), ngajak mondar mandir pakai payung, sampai titah naik-turun teras rumah.
Yap, pukul sebelas siang Kinan mulai merem setelah berbagai gaya tidur dipakai. Biasanya jam segitu Kinan udah bangun tidur, eh sekarang baru merem. Mamanya cuma mikir, nih anak mau makan siang jam berapa? secara jam 12an biasanya udah selesai nyam-nyam.
Cuaca yang lumayan mendukung akhirnya jadi sebaqb Kinan pules sampai jam setengah satu. Begitu bangun, Kinan minta gendong dan menunjuk-nunjuk pintu, minta keluar.
"Hujan, Nan," kata Mama. Kinan seolah nggak mau peduli. Mata dan badannya condong-condong ke pintu samping, tangannya nunjuk benda hijau-kuning di dekat pintu samping: payung. oke, berhubung ada sedikit urusan ke tetangga, sudah gitu gerimis aja, bawa deh Kinan jalan pakai payung ajaib itu. Ajaib, karena tiap ruas besinya itu bengkoknya nggak sama alias nggak sempurna sebagai payung (bilang rusak aja susah :D)
Daaan.... tralala trilili, senangnya rasa hati (Kinan) begitu tahu mamanya ngajak jalan. Merasa dipenuhi keinginannya, Kinan nunjukin jalan yang dia mau lalui. Ealaaah, kalau Mama berhenti langsung berusaha biar merosot nih anak. Udah ngerti ngancem apa ya? ckckck, bayi zaman sekarang (mamnya cuma bisa geleng-geleng sambil pelan-pelan njelasin kalau....)
"Kinan, orang-orang pakai payung itu kalau mau pergi ada tujuan, nggak kayak kita gini, Nak," kata Mama. Ya iyalah, cuma Kinan yang ngajak gerimisan (ataupun nggak) pakai payung, digendong, mondar-mandir sepanjang gang! -_______-!!!
Kegilaan itu berakhir ketika Tante (salah satu tetangga) ngajak Kinan masuk rumahnya. Fiuuhhh, alhamdulillah mau dibujuk sama Tante nih anak. Payung ajaib diletakkan di terasnya Tante, dan Kinan turun dari gendongan.
Sore setelah makan, Kinan minta titah Budhenya. Budhe disini dalam artian tetangga. Mamanya lagi-lagi geleng-geleng ngelihat ulah si unyu Kinan. Bukan apa-apa, Kinan nggak kayak teman seumurannya yang minta titah luruuuus aja sepanjang jalan gang. Dia maunya naik-turun teras-jalan. Jadilah jalur zig-zag dilalui Kinan. istilah jenis di jahitan itu, sulam. *selamat membayangkan bentuk jahitan sulam itu gimana, mirip bordir gitu deeeh
Mama ambil alih Kinan dari Budhe yang diajak titah-titah sama Kinan. Nggak tega, eung. Kayaknya capek nurutin Kinan dengan gaya titahnya. Eh, bener banget. Begitu nyoba, pinggang puegeelllllll....capek pake banged. Hebat tuh Budhe, pulang kerja langsung nitah Kinan.
'Kinaaaan," panggil Mbak Nurul, tetangga yang masih kelas 6 SD. dia turun dari motor jemputannya. Begitu Posisi Kinan yang di depan motor itu bikin Kinan noleh, sebelum akhirnya akan melanjutkan titahannya bersama Mama. Ngelihat motor mau lewat, Mama tahanlah si Kinan.
"Tunggu, Nan, ada motor,"
"Eeeieieieiei...eeeeng" Kinan ngotot mau jalan.
"Nan, tunggu, itu motor,"
"Eeenw...eieieiei..."
"Udah nggak apa-apa, lewat dulu aja Dedek Kinannya," kata Budhe di motor. Mama cuma nyengir dan bilang terima kasih sama Budhe, sambil titah-titah Kinan.
Yap, pukul sebelas siang Kinan mulai merem setelah berbagai gaya tidur dipakai. Biasanya jam segitu Kinan udah bangun tidur, eh sekarang baru merem. Mamanya cuma mikir, nih anak mau makan siang jam berapa? secara jam 12an biasanya udah selesai nyam-nyam.
Cuaca yang lumayan mendukung akhirnya jadi sebaqb Kinan pules sampai jam setengah satu. Begitu bangun, Kinan minta gendong dan menunjuk-nunjuk pintu, minta keluar.
"Hujan, Nan," kata Mama. Kinan seolah nggak mau peduli. Mata dan badannya condong-condong ke pintu samping, tangannya nunjuk benda hijau-kuning di dekat pintu samping: payung. oke, berhubung ada sedikit urusan ke tetangga, sudah gitu gerimis aja, bawa deh Kinan jalan pakai payung ajaib itu. Ajaib, karena tiap ruas besinya itu bengkoknya nggak sama alias nggak sempurna sebagai payung (bilang rusak aja susah :D)
Daaan.... tralala trilili, senangnya rasa hati (Kinan) begitu tahu mamanya ngajak jalan. Merasa dipenuhi keinginannya, Kinan nunjukin jalan yang dia mau lalui. Ealaaah, kalau Mama berhenti langsung berusaha biar merosot nih anak. Udah ngerti ngancem apa ya? ckckck, bayi zaman sekarang (mamnya cuma bisa geleng-geleng sambil pelan-pelan njelasin kalau....)
"Kinan, orang-orang pakai payung itu kalau mau pergi ada tujuan, nggak kayak kita gini, Nak," kata Mama. Ya iyalah, cuma Kinan yang ngajak gerimisan (ataupun nggak) pakai payung, digendong, mondar-mandir sepanjang gang! -_______-!!!
Kegilaan itu berakhir ketika Tante (salah satu tetangga) ngajak Kinan masuk rumahnya. Fiuuhhh, alhamdulillah mau dibujuk sama Tante nih anak. Payung ajaib diletakkan di terasnya Tante, dan Kinan turun dari gendongan.
Sore setelah makan, Kinan minta titah Budhenya. Budhe disini dalam artian tetangga. Mamanya lagi-lagi geleng-geleng ngelihat ulah si unyu Kinan. Bukan apa-apa, Kinan nggak kayak teman seumurannya yang minta titah luruuuus aja sepanjang jalan gang. Dia maunya naik-turun teras-jalan. Jadilah jalur zig-zag dilalui Kinan. istilah jenis di jahitan itu, sulam. *selamat membayangkan bentuk jahitan sulam itu gimana, mirip bordir gitu deeeh
Mama ambil alih Kinan dari Budhe yang diajak titah-titah sama Kinan. Nggak tega, eung. Kayaknya capek nurutin Kinan dengan gaya titahnya. Eh, bener banget. Begitu nyoba, pinggang puegeelllllll....capek pake banged. Hebat tuh Budhe, pulang kerja langsung nitah Kinan.
'Kinaaaan," panggil Mbak Nurul, tetangga yang masih kelas 6 SD. dia turun dari motor jemputannya. Begitu Posisi Kinan yang di depan motor itu bikin Kinan noleh, sebelum akhirnya akan melanjutkan titahannya bersama Mama. Ngelihat motor mau lewat, Mama tahanlah si Kinan.
"Tunggu, Nan, ada motor,"
"Eeeieieieiei...eeeeng" Kinan ngotot mau jalan.
"Nan, tunggu, itu motor,"
"Eeenw...eieieiei..."
"Udah nggak apa-apa, lewat dulu aja Dedek Kinannya," kata Budhe di motor. Mama cuma nyengir dan bilang terima kasih sama Budhe, sambil titah-titah Kinan.
Minggu, 29 Desember 2013
Praskrinning Kinan 12 Bulan
Malam-malam lagi galau, seorang teman ngasih daftar link skrinning yang akhirnya saya bahas bersama Papandanya Kinan. Ini jawaban Papanda
Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncul dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
Iya, Kinan suka main petak umpet (dan ngambek kalau ternyata berhenti petak umpetnya -.-")
Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali?
Bukan sulit lagi mengingat tenaganya yang kuat
Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?
Iya, sih, tapi sambil merengek
Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: “ma-ma”, “da-da” atau “pa-pa”. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah—satu suara tadi.
Iya, mama sama papa
Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?
pernah pernah tuh
Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
Kinan nangis sih kalau nggak kenal
Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya?
Hobi, apalagi kalau nemu barang di lantai langsung dikasih mama biar dibuang kan?
Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?
iya
Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ?
bisa, Auwoh (Alloh), tdah (udah), ana (mana)
Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.
iya, sampai kasihan smaa bebeknya (lho?)
Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncul dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?
Iya, Kinan suka main petak umpet (dan ngambek kalau ternyata berhenti petak umpetnya -.-")
Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali?
Bukan sulit lagi mengingat tenaganya yang kuat
Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?
Iya, sih, tapi sambil merengek
Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: “ma-ma”, “da-da” atau “pa-pa”. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah—satu suara tadi.
Iya, mama sama papa
Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?
pernah pernah tuh
Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.
Kinan nangis sih kalau nggak kenal
Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya?
Hobi, apalagi kalau nemu barang di lantai langsung dikasih mama biar dibuang kan?
Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?
iya
Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ?
bisa, Auwoh (Alloh), tdah (udah), ana (mana)
Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.
iya, sampai kasihan smaa bebeknya (lho?)
Selasa, 17 September 2013
Kerinduan Seorang Kinan
Pagi ini Kinan melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi ada satu yang tak biasa, yaitu telepon. Ya, Kinan sedang bertelepon dengan papanya yang di seberang pulau. Dialog Papa-Kinan pun terjadi.
Papa: Kiinaaaan
Kinan: eeeng
Papa: Kinan lagi ngapain?
Kinan: eng eng
Sebentar kemudian agak senyap dan dilanjutkan dengan celotehan Papanda untuk Kinan. Tapi di tengah kegiatan bertelepon, mendadak raut wajah Kinan berubah. Yang tadinya penuh lengkung senyum berubah datar, dan...makin sedih. Hingga akhirnya terdengar isak Kinan.
Papa: Kok...nangis?
Kinan makin terisak dan membiarkan ponsel di dekat telinganya, tak boleh diambil siapapun. Apa iya bayi 9 bulan sudah bisa merasakan....kangen?
Papa: Kiinaaaan
Kinan: eeeng
Papa: Kinan lagi ngapain?
Kinan: eng eng
Sebentar kemudian agak senyap dan dilanjutkan dengan celotehan Papanda untuk Kinan. Tapi di tengah kegiatan bertelepon, mendadak raut wajah Kinan berubah. Yang tadinya penuh lengkung senyum berubah datar, dan...makin sedih. Hingga akhirnya terdengar isak Kinan.
Papa: Kok...nangis?
Kinan makin terisak dan membiarkan ponsel di dekat telinganya, tak boleh diambil siapapun. Apa iya bayi 9 bulan sudah bisa merasakan....kangen?
Langganan:
Postingan (Atom)



